Ketika Anda membuka platform trading seperti RRFX, setiap pasangan mata uang selalu menampilkan dua harga: satu lebih rendah, satu lebih tinggi. Dua angka ini terlihat sederhana, tetapi di baliknya terdapat mekanisme inti dari seluruh transaksi forex.
Bid Price: Price at which you sell adalah harga di mana Anda menjual base currency dan membeli quote currency. Ini bukan sekadar definisi teknis — ini adalah harga aktual yang menentukan bagaimana posisi Anda dibuka, ditutup, dan seberapa besar biaya tersembunyi (spread) memengaruhi profit Anda.
Memahami bid price secara mendalam berarti memahami bagaimana pasar bekerja, bagaimana broker menghasilkan likuiditas, dan bagaimana Anda bisa mengoptimalkan entry, exit, serta manajemen risiko.
Artikel ini akan membahas:
-
Apa itu bid price secara teknis dan praktis
-
Cara kerja bid price dalam eksekusi order
-
Hubungan bid price dengan spread dan profit
-
Faktor yang memengaruhi pergerakan bid price
-
Strategi profesional berbasis pemahaman bid price
-
Kesalahan umum trader terkait bid price
Apa Itu Bid Price dalam Forex?
Dalam konteks pasar forex, bid price adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar pembeli untuk mata uang yang Anda jual.
Contoh sederhana:
Jika EUR/USD ditampilkan sebagai:
1.0850 / 1.0852
-
1.0850 = Bid price
-
1.0852 = Ask price
Jika Anda klik Sell, posisi akan dieksekusi di 1.0850.
Jika Anda klik Buy, posisi akan dibuka di 1.0852.
Selisih 2 pip di antara keduanya disebut spread — biaya implisit setiap transaksi
Mengapa Bid Price Selalu Lebih Rendah dari Ask?
Karena broker dan liquidity provider membutuhkan margin untuk menyediakan likuiditas pasar. Spread adalah kompensasi atas risiko dan biaya operasional.
Di platform seperti RRFX, spread bersifat variabel mengikuti kondisi pasar. Saat likuiditas tinggi (misalnya sesi London–New York), spread biasanya sangat ketat. Saat volatilitas ekstrem atau news besar, spread bisa melebar.
Inilah sebabnya trader sering melihat posisi langsung “minus” saat baru dibuka — itu bukan kerugian akibat market bergerak, tetapi karena spread.
Bagaimana Bid Price Bekerja dalam Eksekusi Order?
Ketika Anda menekan tombol Sell:
-
Order dikirim ke server broker.
-
Sistem mencocokkan dengan bid price terbaik saat itu.
-
Order dieksekusi jika masih dalam toleransi slippage.
-
Konfirmasi dikirim kembali ke platform.
Proses ini terjadi dalam milidetik.
Market Order
Langsung dieksekusi pada bid price terbaik yang tersedia.
Limit Order
Dieksekusi hanya jika bid price mencapai level yang Anda tentukan.
Stop Loss
Untuk posisi long, stop loss dipicu saat bid price menyentuh level yang ditentukan.
Artinya:
Jika Anda long di 1.0900 dan stop di 1.0880, maka posisi akan tertutup saat bid price menyentuh 1.0880.
Faktor yang Mempengaruhi Bid Price
Bid price bergerak karena interaksi supply dan demand global. Beberapa faktor utama:
1️⃣ Likuiditas
Major pairs (EUR/USD, USD/JPY) memiliki spread kecil karena volume tinggi.
Exotic pairs (USD/TRY, USD/ZAR) memiliki spread besar karena risiko dan volume lebih rendah.
Likuiditas tinggi → spread ketat → bid price lebih stabil.
2️⃣ Volatilitas & News
Saat rilis data seperti:
-
Non-Farm Payroll
-
CPI
-
Keputusan suku bunga
Bid price bisa bergerak cepat dan spread melebar.
Dalam kondisi ini:
-
Slippage meningkat
-
Eksekusi bisa kurang optimal
-
Stop loss berpotensi terkena lebih cepat
3️⃣ Sesi Trading
-
Sesi Asia → pergerakan cenderung lebih tenang
-
London open → volatilitas meningkat
-
London–New York overlap → likuiditas tertinggi
Trader profesional sering memilih jam likuiditas tinggi untuk mendapatkan bid price paling kompetitif.
Bid Price dan Grafik Candlestick
Sebagian besar chart forex berbasis bid price.
Artinya:
-
Open
-
High
-
Low
-
Close
Semua dihitung berdasarkan pergerakan bid price.
Jika chart menunjukkan harga di 1.0850, itu adalah bid price.
Untuk membeli, Anda tetap membayar ask price yang lebih tinggi.
Ini penting dalam membaca level support dan resistance.
Strategi Profesional Berbasis Bid Price
Trader berpengalaman tidak mengabaikan bid price — mereka menggunakannya sebagai bagian dari edge.
✔ Scalping dengan Spread Awareness
Karena target profit kecil, spread harus sangat ketat.
Jika spread 2 pip dan target hanya 5 pip, maka 40% potensi profit sudah terpotong biaya.
Itulah mengapa scalper memilih pair likuid dan jam trading aktif di platform seperti RRFX.
✔ Gunakan Limit Order
Alih-alih mengejar market dengan market order, trader disiplin sering menunggu bid price datang ke level mereka.
Keuntungan:
-
Eksekusi lebih presisi
-
Biaya lebih terkontrol
-
Mengurangi keputusan impulsif
✔ Perhitungkan Spread dalam Take Profit
Jika Anda buy di 1.0860 dan target di 1.0900, posisi akan tertutup saat bid price mencapai 1.0900.
Artinya ask price mungkin sudah lebih tinggi dari 1.0900 sebelum TP terpicu.
Tanpa memahami ini, perhitungan profit bisa keliru.
Kesalahan Umum Trader
❌ Mengabaikan Spread dalam Backtesting
Profit terlihat besar di chart, tetapi real execution berbeda.
❌ Trading Pair Spread Lebar Tanpa Perhitungan
Spread 20 pip bisa merusak risk-reward ratio.
❌ Tidak Memperhatikan Slippage Saat News
Bid price bisa gap dan menyebabkan fill jauh dari ekspektasi.
Bid Price dan Manajemen Risiko
Manajemen risiko harus mempertimbangkan:
-
Spread
-
Slippage
-
Volatilitas
-
Likuiditas
Jika risk 20 pip tetapi spread 5 pip, risiko efektif meningkat.
Trader profesional sering memberi buffer 2–5 pip di bawah support untuk menghindari stop tersentuh oleh fluktuasi normal bid price.
Peran Broker dalam Stabilitas Bid Price
Tidak semua broker memberikan kualitas eksekusi yang sama.
Faktor penting:
-
Kecepatan eksekusi
-
Stabilitas server
-
Transparansi spread
-
Minim requote
Platform seperti RRFX menyediakan spread variabel yang mencerminkan kondisi pasar riil dan eksekusi cepat untuk meminimalkan gangguan saat bid price bergerak cepat.
Perspektif Lanjutan: Algoritma & Market Structure
Saat ini pasar forex didominasi oleh algorithmic trading.
Dampaknya:
-
Spread lebih ketat dalam kondisi normal
-
Likuiditas tinggi
-
Tetapi saat krisis ekstrem, likuiditas bisa menghilang cepat
Trader harus siap menghadapi kondisi ekstrem, bukan hanya kondisi normal.
