Economic Calendar Forex: Panduan Lengkap Cara Membaca dan Menggunakannya untuk Trading

Pernahkah Anda membuka posisi trading dengan setup teknikal yang sempurna, semua indikator selaras, level entry tepat — lalu tiba-tiba harga bergerak liar puluhan hingga ratusan pip dalam hitungan detik tanpa peringatan? Jika ya, hampir dipastikan Anda melewatkan satu hal krusial: memeriksa economic calendar sebelum masuk pasar.

Inilah realita pasar forex yang perlu dipahami sejak dini. Analisis teknikal memang menjadi tulang punggung keputusan trading sehari-hari, namun pasar pada akhirnya digerakkan oleh data dan keputusan fundamental. Tanpa memahami kapan dan data apa yang akan dirilis, seorang trader — sekompeten apapun analisis teknikal-nya — tetap berpotensi terkena “badai” yang sebenarnya bisa diantisipasi.

Economic calendar forex adalah alat yang menjembatani dunia fundamental dengan aktivitas trading harian Anda. Artikel ini akan membawa Anda dari level pemahaman paling dasar hingga strategi praktis menggunakan kalender ekonomi sebagai bagian integral dari sistem trading yang solid.

Apa Itu Economic Calendar dalam Forex?

Economic calendar — atau dalam bahasa Indonesia sering disebut kalender ekonomi — adalah jadwal terstruktur yang berisi informasi tentang rilis data ekonomi, pengumuman kebijakan moneter, dan peristiwa fundamental lainnya yang memiliki potensi memengaruhi pergerakan nilai tukar mata uang di pasar forex.

Setiap negara memiliki badan statistik dan institusi keuangan yang secara rutin merilis data ekonominya — mulai dari data ketenagakerjaan, inflasi, pertumbuhan ekonomi (GDP), hingga keputusan suku bunga bank sentral. Semua jadwal rilis ini terangkum dalam satu tampilan yang dapat diakses secara real-time melalui economic calendar.

Bagi trader forex, economic calendar bukan sekadar referensi informasi — ini adalah peta risiko dan peluang. Dengan mengetahui kapan data penting akan dirilis dan seberapa besar dampak yang diperkirakan, Anda bisa mengambil keputusan strategis: apakah akan memanfaatkan volatilitas yang muncul, atau justru menghindari risiko dengan menunda entry hingga pasar kembali stabil.

Mengapa Economic Calendar Sangat Penting dalam Forex?

Pasar forex, tidak seperti pasar saham yang jam perdagangannya terbatas, beroperasi 24 jam sehari, 5 hari seminggu. Ini berarti data ekonomi dari berbagai zona waktu di seluruh dunia dapat merilis kapan saja — dari jam 07.00 WIB ketika data ketenagakerjaan Australia keluar, hingga dini hari WIB saat Federal Reserve AS mengumumkan keputusan suku bunganya.

Tanpa economic calendar, Anda pada dasarnya berjalan di pasar dengan mata tertutup setengahnya. Anda mungkin tahu ke mana arah tren, tetapi tidak tahu kapan “gempa susulan” fundamental akan mengguncang landasan teknikal yang sudah Anda bangun.

Cara Membaca Economic Calendar Forex: Memahami Setiap Komponennya

Bagi trader yang baru pertama kali membuka halaman economic calendar, tampilan berbaris-baris data dengan berbagai ikon dan angka mungkin terasa membingungkan. Namun sebenarnya, setiap economic calendar — baik yang disediakan oleh Investing.com, Forex Factory, DailyFX, maupun platform trading Anda — memiliki struktur yang pada intinya sama. Berikut penjelasan komponen-komponen utamanya:

1. Tanggal dan Waktu Rilis

Kolom pertama dan paling dasar adalah kapan suatu data akan dirilis. Perhatikan bahwa waktu yang tertera biasanya menggunakan zona waktu tertentu — seringkali GMT (Greenwich Mean Time) atau EST (Eastern Standard Time). Sebagai trader Indonesia yang beroperasi di zona waktu WIB (GMT+7), pastikan Anda selalu mengonversi waktu ini agar tidak salah perhitungan.

Contoh sederhana: jika NFP (Non-Farm Payroll) AS dirilis pukul 08.30 EST, ini berarti sekitar pukul 20.30 WIB (atau 21.30 WIB saat AS menerapkan daylight saving). Kalender ekonomi yang baik biasanya memiliki fitur untuk mengatur zona waktu sesuai lokasi Anda.

2. Negara dan Mata Uang Terkait

Setiap event di economic calendar terkait dengan negara atau kawasan ekonomi tertentu yang secara langsung berdampak pada mata uang mereka. Bendera negara biasanya ditampilkan sebagai penanda visual yang memudahkan identifikasi:

  • 🇺🇸 Amerika Serikat → USD (US Dollar)
  • 🇪🇺 Zona Euro → EUR (Euro)
  • 🇬🇧 Inggris → GBP (British Pound)
  • 🇯🇵 Jepang → JPY (Japanese Yen)
  • 🇦🇺 Australia → AUD (Australian Dollar)
  • 🇨🇦 Kanada → CAD (Canadian Dollar)
  • 🇨🇭 Swiss → CHF (Swiss Franc)
  • 🇳🇿 Selandia Baru → NZD (New Zealand Dollar)
  • 🇮🇩 Indonesia → IDR (Indonesian Rupiah)

3. Nama Event / Indikator Ekonomi

Ini adalah nama data atau peristiwa yang akan dirilis. Beberapa nama event sudah sangat dikenal di komunitas trader forex karena dampaknya yang konsisten besar terhadap pasar, seperti Non-Farm PayrollCPI (Consumer Price Index)FOMC Statement, dan sebagainya. Bagian berikutnya dalam artikel ini akan membahas event-event paling penting tersebut secara lebih mendalam.

4. Level Dampak (Impact Level)

Ini adalah komponen yang paling sering diabaikan pemula namun paling kritis untuk dipahami. Level dampak menunjukkan seberapa besar potensi suatu event untuk menggerakkan pasar. Umumnya ditampilkan dalam tiga kategori:

  • Dampak Rendah (Low Impact) — Ikon Kuning/Putih: Event dengan dampak minimal terhadap pergerakan harga. Pasar biasanya tidak bereaksi signifikan, meskipun tetap ada kemungkinan sedikit volatilitas jika hasilnya sangat berbeda dari ekspektasi.
  • Dampak Sedang (Medium Impact) — Ikon Oranye: Dapat menimbulkan pergerakan moderat. Trader perlu waspada, terutama jika mereka sudah memiliki posisi terbuka di pair yang terkait.
  • Dampak Tinggi (High Impact) — Ikon Merah/Banteng: Inilah event yang harus diperhatikan setiap trader tanpa terkecuali. Data dengan dampak tinggi berpotensi menggerakkan harga puluhan hingga ratusan pip dalam waktu sangat singkat.

5. Kolom Previous, Forecast, dan Actual

Ketiga angka ini adalah inti dari cara membaca dampak suatu rilis data terhadap pasar:

Previous adalah nilai aktual dari rilis data periode sebelumnya. Ini menjadi baseline atau acuan pembanding. Forecast (atau Consensus) adalah ekspektasi pasar — angka yang diprediksi oleh para ekonom dan analis sebelum data resmi dirilis. Dan Actual adalah angka nyata yang baru saja dirilis oleh badan resmi terkait.

Kunci memahami dampak pasar ada pada perbedaan antara Forecast dan Actual. Semakin besar deviasi antara keduanya, semakin besar pula potensi volatilitas yang akan muncul. Pasar bergerak bukan karena data bagus atau buruk secara absolut — melainkan karena data lebih bagus atau lebih buruk dari yang diperkirakan.

Daftar Event Economic Calendar yang Paling Berpengaruh di Forex

Tidak semua event dalam economic calendar memiliki bobot yang sama. Berikut adalah event-event fundamental yang wajib diketahui setiap trader forex — khususnya mereka yang aktif memperdagangkan pair mayor yang melibatkan USD, EUR, dan GBP.

Non-Farm Payroll (NFP) — Amerika Serikat

NFP adalah raja dari semua rilis data ekonomi di pasar forex. Dirilis setiap Jumat pertama setiap bulannya oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), data ini menunjukkan jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di sektor non-pertanian Amerika selama bulan sebelumnya.

Alasan NFP begitu berpengaruh adalah karena data ketenagakerjaan merupakan salah satu indikator utama yang digunakan Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan moneter — termasuk keputusan kenaikan atau penurunan suku bunga. Volatilitas yang muncul sesaat setelah rilis NFP bisa mencapai 50–150 pip untuk EUR/USD dalam hitungan menit. Bagi trader Indonesia yang aktif di USD/IDR, dampaknya pun tidak kalah signifikan.

FOMC Statement dan Press Conference

Federal Open Market Committee (FOMC) adalah komite kebijakan moneter Federal Reserve AS yang bertemu sekitar 8 kali dalam setahun. Keputusan suku bunga dan pernyataan kebijakan yang dikeluarkan pasca rapat ini adalah salah satu event paling ditunggu-tunggu di seluruh pasar keuangan global, bukan hanya forex.

Bahkan ketika suku bunga tidak berubah, tone dan bahasa yang digunakan dalam statement FOMC bisa menggerakkan pasar secara dramatis. Kata-kata seperti “hawkish” (cenderung menaikkan suku bunga) atau “dovish” (cenderung mempertahankan atau menurunkan suku bunga) dianalisis kata per kata oleh pasar.

Consumer Price Index (CPI) — Inflasi

Data CPI mengukur perubahan harga rata-rata sekeranjang barang dan jasa konsumsi. Ini adalah indikator inflasi utama yang sangat erat kaitannya dengan kebijakan suku bunga. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan biasanya memperkuat mata uang karena meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga, sementara inflasi yang rendah atau turun cenderung melemahkan mata uang.

Data CPI Amerika (US CPI) dan CPI negara-negara zona euro sangat berpengaruh untuk pair EUR/USD, GBP/USD, dan tentunya USD/IDR.

Gross Domestic Product (GDP)

GDP adalah ukuran terluas dari aktivitas ekonomi suatu negara — total nilai barang dan jasa yang diproduksi dalam periode tertentu. Rilis data GDP, terutama GDP Flash atau Preliminary yang merupakan estimasi awal, bisa menghasilkan volatilitas besar karena memberikan gambaran kesehatan ekonomi secara makro.

Retail Sales

Data penjualan ritel mencerminkan kepercayaan dan daya beli konsumen — komponen terbesar dalam GDP negara-negara maju. Angka retail sales yang kuat mengindikasikan ekonomi yang sehat dan berpotensi mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga.

Keputusan Suku Bunga Bank Sentral Lainnya

Selain The Fed, keputusan suku bunga dari bank sentral utama dunia lainnya juga sangat berpengaruh:

  • ECB (European Central Bank) — memengaruhi EUR
  • Bank of England (BoE) — memengaruhi GBP
  • Bank of Japan (BoJ) — memengaruhi JPY
  • Reserve Bank of Australia (RBA) — memengaruhi AUD
  • Bank Indonesia (BI) — memengaruhi IDR

Unemployment Rate dan Initial Jobless Claims

Tingkat pengangguran adalah lagging indicator namun tetap diperhatikan pasar. Sementara Initial Jobless Claims (klaim pengangguran mingguan AS) dirilis setiap Kamis dan memberikan gambaran real-time kondisi pasar tenaga kerja yang lebih segar dibandingkan data bulanan.

PMI — Purchasing Managers Index

PMI adalah survei terhadap manajer pembelian di sektor manufaktur dan jasa yang mengindikasikan ekspansi atau kontraksi aktivitas bisnis. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, di bawah 50 menunjukkan kontraksi. PMI sering menjadi leading indicator yang memberikan sinyal dini tentang arah perekonomian.

Strategi Trading Menggunakan Economic Calendar Forex

Memahami cara membaca economic calendar adalah satu hal. Menggunakannya secara efektif dalam strategi trading adalah hal lain yang memerlukan pendekatan lebih sistematis. Berikut beberapa strategi yang digunakan oleh trader berpengalaman:

Strategi 1: Trading the News (News Trading)

Ini adalah strategi paling agresif — trader sengaja masuk posisi sesaat sebelum atau tepat setelah rilis data high-impact dengan memanfaatkan lonjakan volatilitas yang terjadi. Ada dua pendekatan dalam news trading:

Pre-News Positioning: Trader menganalisis konsensus pasar dan historical pattern untuk memposisikan diri sebelum data dirilis. Misalnya, jika ekspektasi NFP sangat tinggi dan indikator-indikator ketenagakerjaan mingguan sebelumnya konsisten kuat, beberapa trader akan membuka posisi buy USD sebelum NFP dengan harapan data aktual mengkonfirmasi ekspektasi positif.

Post-News Trading: Menunggu data dirilis dan bereaksi terhadap deviasi. Jika actual jauh di atas forecast → buy mata uang terkait. Jika actual jauh di bawah forecast → sell. Tantangan utama strategi ini adalah slippage dan spread yang melebar drastis sesaat setelah rilis data.

Penting dicatat: news trading adalah strategi berisiko tinggi yang tidak disarankan untuk trader pemula. Volatilitas pasca rilis data bisa sangat tidak terprediksi, bahkan terkadang bergerak berlawanan dengan logika fundamental karena faktor “buy the rumor, sell the news” atau reaksi pasar terhadap nuansa dalam laporan yang lebih detail dari sekadar angka headline.

Strategi 2: Menghindari Rilis Data (Risk-Off Approach)

Strategi yang lebih konservatif — dan justru sering lebih menguntungkan untuk trader retail jangka menengah — adalah dengan sengaja tidak membuka posisi baru dalam jendela waktu sekitar 30 menit sebelum hingga 30 menit setelah rilis data high-impact.

Pendekatan ini melindungi posisi yang sudah berjalan dengan baik dari volatilitas tidak terduga, dan mencegah Anda terjebak dalam spread yang melebar saat market maker menarik likuiditas menjelang rilis data besar.

Strategi 3: Menggunakan Economic Calendar untuk Konfirmasi Bias Trading

Ini adalah pendekatan yang paling banyak diterapkan oleh trader swing dan position trader. Idenya sederhana: analisis teknikal memberikan sinyal arah, sementara economic calendar membantu mengkonfirmasi atau mengevaluasi ulang bias tersebut berdasarkan konteks fundamental.

Contoh praktis: Anda melihat setup bearish yang kuat pada EUR/USD secara teknikal. Sebelum mengeksekusi, Anda cek economic calendar dan menemukan bahwa minggu depan akan ada rilis CPI AS dan FOMC Meeting Minutes. Jika konsensus mengarah pada data yang hawkish (mendukung USD menguat), ini mengkonfirmasi bias bearish EUR/USD Anda. Sebaliknya, jika outlook fundamental EUR sedang membaik, Anda mungkin perlu mengevaluasi ulang keyakinan teknikal tersebut.

Strategi 4: Post-Event Trend Following

Setelah rilis data besar, pasar seringkali membentuk tren yang lebih bersih dan terarah karena ketidakpastian fundamental sudah teresolusi. Trader yang menggunakan strategi ini menunggu volatilitas awal mereda (biasanya 15–30 menit pasca rilis), mengidentifikasi arah dominan yang terbentuk, lalu masuk mengikuti momentum tersebut.

Strategi ini menghindari risiko spike dan fake-out awal yang sangat umum terjadi tepat di detik-detik pertama setelah rilis data, sehingga lebih cocok untuk trader yang menginginkan setup yang lebih terkonfirmasi.

Economic Calendar dan Relevansinya untuk Trader Indonesia

Bagi trader yang berbasis di Indonesia dan aktif memperdagangkan pair USD/IDR, memahami economic calendar memiliki dimensi tambahan yang tidak dimiliki trader dari negara maju. Anda perlu memantau dua sisi secara bersamaan: perkembangan ekonomi AS yang memengaruhi USD, dan kondisi domestik Indonesia yang memengaruhi IDR.

Data Domestik Indonesia yang Perlu Diperhatikan

Kalender ekonomi Indonesia memiliki beberapa event kunci yang secara reguler memengaruhi nilai tukar Rupiah:

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia: Ini adalah event paling signifikan untuk IDR. Keputusan Bank Indonesia mengenai BI Rate (suku bunga acuan) bisa menggerakkan USD/IDR secara substansial. Di samping keputusan suku bunga itu sendiri, pernyataan dan press conference pasca rapat juga diperhatikan pasar untuk membaca arah kebijakan ke depan.

Data Inflasi Indonesia (CPI): Dirilis setiap awal bulan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), data inflasi Indonesia memberikan konteks untuk memperkirakan arah kebijakan Bank Indonesia. Inflasi yang tinggi meningkatkan tekanan pada BI untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya bisa memperkuat Rupiah.

Data Pertumbuhan Ekonomi (PDB) Indonesia: Dirilis kuartalan, data PDB Indonesia menjadi indikator kesehatan ekonomi makro yang diperhatikan investor asing. Pertumbuhan di atas ekspektasi biasanya mendukung penguatan Rupiah karena meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.

Neraca Perdagangan: Indonesia sebagai negara eksportir komoditas utama (sawit, batubara, nikel) memiliki neraca perdagangan yang sensitif terhadap harga komoditas global. Surplus neraca perdagangan yang lebih besar dari ekspektasi umumnya positif untuk IDR.

Waktu Strategis Berdasarkan Zona Waktu WIB

Memahami kapan event-event besar dirilis dalam konteks WIB membantu Anda merencanakan sesi trading dengan lebih efektif:

  • Pukul 07.00–09.00 WIB: Rilis data Australia dan Asia (RBA, data China, data Jepang). Relevan untuk AUD/USD, USD/JPY, dan pair Asia lainnya.
  • Pukul 14.00–17.00 WIB: Pembukaan sesi Eropa. Rilis data zona euro dan Inggris. Sangat aktif untuk EUR/USD dan GBP/USD.
  • Pukul 19.30–21.30 WIB: Window emas untuk rilis data AS termasuk NFP, CPI, Retail Sales, dan GDP. Volatilitas tertinggi sepanjang hari.
  • Pukul 02.00–03.00 WIB (dini hari): FOMC Statement dan press conference Fed Chair. Event ini sering memerlukan pengorbanan tidur bagi trader Indonesia yang ingin trading langsung.

Cara Mengintegrasikan Economic Calendar ke dalam Rutinitas Trading Harian

Mengetahui cara membaca economic calendar adalah satu hal. Membangun kebiasaan menggunakannya secara konsisten setiap hari adalah hal lain yang memerlukan disiplin dan sistem yang terstruktur. Berikut kerangka rutinitas harian yang bisa Anda adopsi:

Review Mingguan — Setiap Minggu atau Senin Pagi

Sebelum minggu trading dimulai, luangkan 15–20 menit untuk memindai semua event high-impact yang dijadwalkan sepanjang minggu. Identifikasi hari-hari yang akan memiliki volatilitas tinggi (biasanya hari yang bertepatan dengan rilis NFP, keputusan bank sentral, atau data CPI) dan catat dalam trading plan Anda.

Briefing Harian — Setiap Pagi Sebelum Trading

Setiap hari, habiskan 5–10 menit untuk memeriksa event yang spesifik untuk hari tersebut. Perhatikan waktu rilisnya, level dampaknya, dan konsensus forecast yang tersedia. Ini akan membantu Anda memutuskan apakah hari tersebut cocok untuk trading agresif, trading dengan lot kecil, atau justru menghindari pasar sama sekali.

Cek Real-Time Sebelum Eksekusi

Sebelum menekan tombol buy atau sell, jadikan kebiasaan untuk membuka economic calendar dan memastikan tidak ada event high-impact yang akan dirilis dalam 30–60 menit ke depan. Langkah sederhana ini bisa menyelamatkan Anda dari banyak situasi yang tidak menguntungkan.

Analisis Pasca-Rilis

Setelah data dirilis, luangkan waktu untuk menganalisis reaksi pasar. Apakah pasar bereaksi sesuai dengan logika fundamental? Apakah ada divergence yang menarik antara data actual dan bagaimana harga bergerak? Proses refleksi ini membangun pemahaman Anda tentang dinamika pasar secara berangsur-angsur.

Platform Economic Calendar Terbaik yang Digunakan Trader Profesional

Ada banyak sumber economic calendar yang tersedia secara gratis di internet. Berikut adalah beberapa yang paling banyak digunakan oleh trader profesional di seluruh dunia dan juga di Indonesia:

Forex Factory

Salah satu economic calendar paling populer di komunitas forex. Tampilannya bersih dan terorganisir, dengan sistem filter yang memungkinkan Anda menyaring event berdasarkan level dampak dan mata uang. Forex Factory juga memiliki forum trader aktif yang membahas event-event fundamental secara real-time.

Investing.com Economic Calendar

Platform yang sangat komprehensif dengan cakupan data dari hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia. Tersedia dalam versi aplikasi mobile yang memudahkan pemantauan di mana saja. Fitur notifikasi real-time sangat berguna untuk trader yang tidak bisa selalu memantau layar komputer.

DailyFX Economic Calendar

Dikembangkan oleh IG Group, DailyFX menyediakan economic calendar yang dipadukan dengan analisis fundamental dari tim peneliti profesional. Setiap event besar biasanya disertai dengan artikel analisis yang menjelaskan konteks dan potensi dampaknya terhadap pasar.

MetaTrader Economic Calendar Widget

Bagi pengguna platform MetaTrader 4 atau 5, ada plugin economic calendar yang dapat diintegrasikan langsung ke dalam terminal trading Anda. Ini sangat praktis karena memungkinkan pemantauan jadwal fundamental tanpa harus berpindah dari platform trading.

Kesalahan Umum Trader dalam Menggunakan Economic Calendar

Memiliki akses ke economic calendar tidak secara otomatis meningkatkan hasil trading. Banyak trader, terutama yang masih dalam tahap belajar, melakukan kesalahan-kesalahan berikut yang justru membuat penggunaan economic calendar menjadi kontraproduktif:

Kesalahan 1: Hanya Melihat Level Dampak, Mengabaikan Konteks

Level dampak “High” pada economic calendar adalah indikasi potensi volatilitas berdasarkan data historis, bukan jaminan. Tidak semua rilis data high-impact selalu menghasilkan pergerakan besar. Konteks pasar saat itu, apakah ada event lain yang berdekatan, dan apakah data sudah “priced in” oleh pasar — semua faktor ini memengaruhi besaran respons pasar yang sesungguhnya.

Kesalahan 2: Mengabaikan Revisi Data Sebelumnya

Kolom “Previous” di economic calendar kadang mengalami revisi pada saat data baru dirilis. Revisi ini sering diabaikan namun bisa sangat signifikan. Data actual yang tampak biasa-biasa saja bisa berdampak besar jika disertai revisi naik atau turun yang substansial pada data periode sebelumnya.

Kesalahan 3: Over-Trading Setiap Event

Berpikir bahwa setiap rilis data adalah peluang trading adalah kesalahan fatal. Tidak semua event memerlukan respons trading. Kualitas setup jauh lebih penting dari kuantitas trade. Pilih hanya event-event yang memberikan sinyal searah dengan analisis teknikal Anda dan sesuai dengan strategi yang sudah terbukti bekerja.

Kesalahan 4: Tidak Menyesuaikan Manajemen Risiko

Pada hari-hari dengan banyak event high-impact, spread biasanya melebar dan slippage lebih sering terjadi. Menggunakan ukuran lot yang sama seperti hari normal tanpa memperhitungkan kondisi likuiditas yang lebih rendah ini adalah kesalahan manajemen risiko yang berbahaya.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Economic Calendar Forex

Apa perbedaan economic calendar forex dan kalender berita biasa?

Economic calendar forex secara spesifik mencakup jadwal rilis data ekonomi, pengumuman kebijakan moneter bank sentral, dan peristiwa geopolitik yang secara langsung memengaruhi nilai tukar mata uang. Kalender berita umum tidak menyediakan parameter seperti level dampak terhadap pasar, forecast konsensus, dan perbandingan data actual vs previous yang kritis untuk trading.

Seberapa jauh ke depan economic calendar bisa diakses?

Sebagian besar platform economic calendar seperti Forex Factory dan Investing.com menyediakan jadwal hingga beberapa minggu ke depan untuk event-event rutin. Namun perlu diingat bahwa forecast dan consensus estimate biasanya baru tersedia beberapa hari sebelum tanggal rilis.

Apakah economic calendar bisa digunakan untuk semua timeframe trading?

Ya, namun dengan cara yang berbeda. Scalper dan day trader lebih fokus pada event yang terjadi dalam sesi trading hari itu. Swing trader mempertimbangkan event-event besar dalam rentang beberapa hari atau minggu. Position trader memperhatikan tren fundamental jangka panjang berdasarkan akumulasi data selama beberapa bulan.

Bagaimana cara terbaik belajar membaca economic calendar untuk pemula?

Cara terbaik adalah dengan mulai memantau satu atau dua event high-impact per minggu menggunakan akun demo. Catat prediksi Anda sebelum rilis, bandingkan dengan actual, dan perhatikan bagaimana pasar bereaksi. Proses observasi konsisten selama 2–3 bulan akan memberikan intuisi fundamental yang tidak bisa diperoleh hanya dari membaca teori.

Apakah semua pair forex terdampak economic calendar secara sama?

Tidak. Setiap pair memiliki sensitivitas berbeda terhadap event tertentu. EUR/USD sangat sensitif terhadap data AS dan zona euro. USD/JPY lebih responsif terhadap kebijakan BoJ dan sentimen risk-on/risk-off global. USD/IDR secara spesifik dipengaruhi oleh kebijakan Bank Indonesia dan kondisi komoditas ekspor Indonesia. Pahami pair yang Anda tradingkan dan identifikasi event-event yang paling relevan untuknya.

Learn more -> 

By Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *