Harga Perak Menguat Tajam ke $86,50, Ketidakpastian Kebijakan AS Dorong Permintaan Safe-Haven

Harga Perak (XAG/USD) melonjak lebih dari 2% dan diperdagangkan mendekati level $86,50 pada sesi Eropa hari Senin. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif yang sebelumnya diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.

Kombinasi tekanan pada Dolar AS dan meningkatnya tensi geopolitik antara AS dan Iran turut memperkuat daya tarik Perak sebagai aset safe-haven.

Putusan Mahkamah Agung AS Picu Ketidakpastian Baru

Kenaikan harga Perak dipicu oleh keputusan Mahkamah Agung AS yang menyatakan bahwa Presiden Trump telah melampaui kewenangannya dalam menerapkan tarif menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA). Kebijakan tarif timbal balik yang sebelumnya digadang-gadang tersebut dinilai ilegal dan diblokir oleh pengadilan.

Putusan ini secara langsung menghidupkan kembali ketidakpastian kebijakan perdagangan AS. Pasar menilai bahwa perubahan arah kebijakan tarif berpotensi menciptakan ketidakjelasan dalam hubungan dagang global.

Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung mencari aset lindung nilai, termasuk Perak.

Dolar AS Melemah, Perak Makin Menarik

Reaksi pasar terhadap keputusan Mahkamah Agung terlihat jelas pada pergerakan Dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang utama, turun sekitar 0,35% ke area 97,45.

Secara fundamental, pelemahan Dolar AS meningkatkan daya tarik komoditas yang diperdagangkan dalam denominasi USD, termasuk Perak. Ketika Dolar melemah, harga Perak menjadi relatif lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global.

Korelasi terbalik antara Dolar AS dan XAG/USD kembali terlihat jelas dalam sesi perdagangan ini.

Ketegangan AS-Iran Tambah Dukungan Fundamental

Selain faktor perdagangan, risiko geopolitik juga menjadi katalis penguatan harga Perak.

Laporan dari Wall Street Journal mengindikasikan bahwa Presiden Trump sedang mempertimbangkan opsi serangan militer terbatas terhadap Iran sebagai tekanan untuk mencapai kesepakatan nuklir baru.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah — wilayah yang sangat strategis secara energi dan geopolitik.

Dalam situasi risk-off seperti ini, logam mulia termasuk Perak dan Emas cenderung mendapat aliran dana defensif dari investor global.

Analisis Teknis XAG/USD

Secara teknikal, struktur harga Perak menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang semakin solid.

Harga XAG/USD saat ini bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 20-hari di sekitar $82,78. EMA jangka pendek tersebut telah stabil dan mulai berbelok ke atas, mengindikasikan momentum bullish yang mulai terbentuk kembali.

Jika momentum ini berlanjut, target berikutnya berada di level tertinggi 4 Februari di $92,21. Breakout di atas area tersebut dapat membuka ruang kenaikan lanjutan.

Namun, selama Relative Strength Index (RSI) 14-hari masih bergerak dalam rentang netral 40–60, tren yang lebih luas masih dikategorikan sebagai sideways dengan bias pemulihan.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Resistance utama:

  • $92,21 (High 4 Februari)

Support kunci:

  • $82,78 (EMA 20-hari)

  • $70,00 (Level psikologis utama)

Level $70,00 tetap menjadi area pertahanan jangka menengah bagi pembeli. Penembusan di bawah area ini dapat mengubah struktur teknikal secara signifikan.

By Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *