Analisis USD/JPY 2 November 2026: pasangan ini bergerak di kisaran 157,73–157,85 pada awal pekan, setelah ditutup 157,57 pada 30 Oktober, dengan resistance terdekat 158,34 dan support 157,47 serta 157,21. Area ini dekat dengan zona yang membuat pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama memperingatkan terhadap pergerakan yen yang berlebihan. Pasar Jepang libur pada Selasa, 3 November, sehingga likuiditas sesi Asia akan lebih tipis.

Bagaimana USD/JPY Bergerak setelah BoJ?
Bank of Japan menahan suku bunga di 1,25% pada 30 Oktober dengan voting 8–1. Satu anggota meminta kenaikan ke 1,5%, dan proyeksi inflasi inti tahun anggaran 2027 dinaikkan. Yen sempat menguat setelah keputusan, tetapi pelemahannya kembali pada akhir pekan karena selisih imbal hasil dengan AS tetap lebar. Hubungan BoJ dan pasangan silang yen dibahas di analisis EUR/JPY 30 Oktober 2026.
Level Apa yang Perlu Diperhatikan?
| Level | Jenis | Catatan |
|---|---|---|
| 159,00 | Resistance psikologis | Dekat zona intervensi |
| 158,34 | Resistance terdekat | High jangka pendek |
| 157,80 | Harga saat ini | 2 November |
| 157,47 | Support terdekat | Area pantulan |
| 157,21 | Support | Low intraday |
| 156,65 | Support kuat | Low setelah BoJ |
Mengapa Selisih Imbal Hasil Penting?

Yield Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,93%, sementara yield obligasi pemerintah Jepang (JGB) 10 tahun di sekitar 3,14%. Meski yield JGB sudah naik jauh dibanding beberapa tahun lalu, selisihnya terhadap AS masih sekitar 1,8 poin persentase. Selisih suku bunga kebijakan lebih besar lagi: The Fed di 3,75–4,00% dibanding BoJ di 1,25%. Kondisi ini mendorong carry trade, yaitu meminjam yen berbunga rendah untuk membeli aset dolar, yang menekan yen.
Seberapa Besar Risiko Intervensi?
Pemerintah Jepang pernah melakukan intervensi untuk menopang yen ketika pelemahan dianggap terlalu cepat. Pejabat biasanya meningkatkan nada peringatan sebelum intervensi, dari “memantau dengan cermat” hingga “siap mengambil tindakan tegas”. Area 158–160 sering disebut pelaku pasar sebagai zona sensitif. Intervensi bisa membuat USD/JPY turun beberapa yen dalam hitungan menit, sehingga posisi beli di dekat area ini mengandung risiko besar.
Skenario Bullish USD/JPY
Jika data NFP AS kuat dan yield Treasury naik, USD/JPY bisa menembus 158,34 dan menguji 159. Pemilu sela AS yang memicu kekhawatiran defisit dan kenaikan yield juga mendukung skenario ini. Namun, setiap kenaikan menuju 159 meningkatkan risiko respons otoritas Jepang.
Skenario Bearish USD/JPY
Jika peringatan pejabat Jepang meningkat, data AS lemah, atau pasar saham global kembali jatuh, yen bisa menguat. Penembusan 157,21 membuka jalan ke 156,65. Penurunan lebih dalam dimungkinkan jika terjadi intervensi atau BoJ memberi sinyal kenaikan suku bunga pada Desember.
Bagaimana Pengaruh Pasar Saham?
Penurunan tajam saham AS pada 30 Oktober, ketika Nasdaq turun 2,9%, dan pelemahan bursa Asia pada 2 November, dengan Topix turun 0,7%, biasanya meningkatkan permintaan yen sebagai aset aman. Namun, efek ini tertahan oleh selisih imbal hasil. Jika aksi jual saham meluas, penutupan posisi carry trade dapat memicu penguatan yen yang cepat.
Bagaimana Peran Yield JGB yang Naik?
Yield JGB 10 tahun di sekitar 3,14% merupakan level tinggi untuk ukuran Jepang dan mencerminkan ekspektasi bahwa BoJ akan terus menaikkan suku bunga. Kenaikan yield domestik membuat investor Jepang lebih tertarik menyimpan dana di dalam negeri, yang secara bertahap bisa mendukung yen. Namun, efek ini berjalan lambat dibanding dampak selisih suku bunga jangka pendek. Selama yield AS tetap tinggi, tekanan pada yen cenderung bertahan, kecuali ada intervensi atau perubahan arah Fed.
Bagaimana Pengaruh BoJ Desember?
Pasar memperhatikan apakah BoJ akan menaikkan suku bunga pada rapat Desember setelah satu anggota sudah meminta kenaikan ke 1,5% pada Oktober. Pernyataan Gubernur BoJ dan anggota dewan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi petunjuk. Sinyal kenaikan Desember bisa memperkuat yen, terutama jika bersamaan dengan data AS yang melemah. Hubungan BoJ dan pasangan yen dibahas di analisis EUR/JPY 28 Oktober 2026.
Bagaimana Pengaruh Pemilu Sela AS terhadap Yen?
Hasil pemilu sela AS terlihat pada Rabu pagi WIB, saat sesi Tokyo berlangsung setelah libur sehari. Jika hasil memicu kenaikan yield Treasury, USD/JPY bisa terdorong mendekati 158,34. Jika hasil memicu ketidakpastian dan aksi jual saham, yen bisa menguat sebagai aset aman. Kombinasi pembukaan Tokyo setelah libur dan hasil pemilu membuat Rabu pagi berpotensi bergejolak bagi pasangan yen.
Bagaimana Mengelola Risiko?
- Hindari posisi besar di dekat 158–159 karena risiko intervensi.
- Perhatikan likuiditas tipis saat Jepang libur pada Selasa.
- Siapkan skenario untuk hasil pemilu AS dan NFP.
- Pertimbangkan dampak gap akhir pekan, seperti dijelaskan di gap akhir pekan forex.
Informasi resmi dapat dibaca di Kementerian Keuangan Jepang dan Bank of Japan.
Analisis ini bersifat informasi, bukan rekomendasi transaksi. Trading forex, emas, dan CFD memakai leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa yield JGB 10 tahun?
Sekitar 3,14%, tinggi untuk ukuran Jepang tetapi masih jauh di bawah yield Treasury 10 tahun di 4,93%.
Berapa USD/JPY pada 2 November 2026?
Sekitar 157,73–157,85, setelah ditutup 157,57 pada 30 Oktober.
Apa level penting USD/JPY?
Resistance 158,34 dan 159, support 157,47, 157,21, dan 156,65.
Mengapa yen tetap lemah meski BoJ hawkish?
Karena selisih suku bunga dan yield antara AS dan Jepang masih lebar.
Apakah Jepang bisa intervensi?
Ya, Jepang pernah intervensi saat yen melemah terlalu cepat; Menkeu Katayama sudah memberi peringatan.
Kapan pasar Jepang libur?
Selasa, 3 November 2026, untuk Hari Kebudayaan.
