Analisis WTI 3 November 2026 menunjukkan minyak AS anjlok 7,36% ke US$96,46 per barel pada 2 November, kembali di bawah level psikologis US$100, dengan support di sekitar US$95 dan US$92 serta resistance di US$100 dan US$103. Brent turun 7,63% ke US$104,77.
Penurunan dipicu meningkatnya harapan perundingan damai AS–Iran setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Presiden Trump lebih memilih diplomasi.

Apa Penggerak Fundamental?
Iran memberi sinyal kesepakatan mungkin tercapai jika tuntutannya dipenuhi, setelah pembicaraan yang dimediasi Qatar. Pasar mengurangi premi risiko geopolitik yang mendorong minyak naik sepanjang Oktober. OPEC+ mempertahankan produksi hingga Desember, sehingga tidak ada pengurangan pasokan baru. Analisis sebelumnya ada di analisis WTI 30 Oktober 2026.
Bagaimana Struktur Teknikal?

Penurunan lebih dari 7% dalam sehari menembus support US$100 yang sebelumnya menahan harga. Level ini kini berubah menjadi resistance. RSI harian turun tajam mendekati area jenuh jual, sehingga pantulan teknikal jangka pendek mungkin terjadi.
| Level | Jenis | Keterangan |
|---|---|---|
| US$103 | Resistance | Area penutupan akhir Oktober |
| US$100 | Resistance | Bekas support psikologis |
| US$96,46 | Harga terkini | Penutupan 2 November |
| US$95 | Support | Support terdekat |
| US$92 | Support | Support berikutnya |
| US$88 | Support | Support lanjutan |
Skenario Naik
Jika perundingan tersendat atau muncul serangan baru terhadap kapal dan fasilitas energi, WTI bisa kembali menguji US$100. Penutupan di atas US$100 membuka jalan ke US$103. Premi risiko bisa kembali dengan cepat jika situasi memburuk.
Skenario Turun
Jika perundingan berjalan baik dan ada kemajuan konkret, WTI bisa turun ke US$92 dan US$88. Data persediaan minyak AS yang naik di atas perkiraan juga bisa menambah tekanan.
Bagaimana Data Persediaan Memengaruhi?
Laporan API dirilis Selasa malam dan EIA Rabu malam WIB. Penurunan persediaan di atas perkiraan biasanya mendukung harga, sedangkan kenaikan menekan harga. Panduan membaca laporan ini ada di cara membaca laporan persediaan minyak EIA dan API.
Bagaimana Dampaknya ke Mata Uang?
Dolar Kanada dan krone Norwegia cenderung melemah saat minyak turun karena kedua negara eksportir minyak. Sebaliknya, mata uang importir minyak seperti yen, rupee, dan rupiah bisa terbantu. Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp18.149 per dolar pada 3 November, sebagian karena minyak turun.
Bagaimana Pengaruh Pemilu AS?
Presiden Trump disebut tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu. Setelah hasil keluar, sikap Washington bisa berubah. Ketidakpastian ini membuat volatilitas minyak berpotensi tetap tinggi sepanjang pekan.
Bagaimana Selisih Brent dan WTI?
Selisih Brent dan WTI sekitar US$8 per barel, lebih lebar dari biasanya. Selisih ini mencerminkan perbedaan risiko pasokan antara pasar global dan AS. Brent lebih sensitif terhadap situasi Timur Tengah karena menjadi acuan minyak dari kawasan tersebut.
Bagaimana Reaksi Saham Energi?
Saham produsen minyak di AS dan Asia tertekan setelah penurunan tajam. Di Indonesia, sektor energi turun sekitar 2,7% pada sesi I 3 November. Pergerakan saham energi sering memberi konfirmasi tambahan tentang arah sentimen pasar minyak.
Bagaimana Pengaruh ke USD/CAD?
Dolar Kanada cenderung melemah saat minyak turun karena Kanada eksportir minyak besar. Bank of Canada sudah menaikkan suku bunga ke 2,5% pada akhir Oktober, sehingga dukungan dari suku bunga sudah sebagian diperhitungkan. Analisis USD/CAD terkait tersedia di kategori Forex Analysis.
Bagaimana Pengaruh ke Inflasi Global?
Minyak yang lebih murah bisa menurunkan inflasi utama di banyak negara dalam beberapa bulan. Kondisi ini bisa mengurangi tekanan bagi bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Namun, efek ke inflasi inti biasanya lebih lambat dan lebih kecil, sehingga bank sentral tidak langsung mengubah arah kebijakan.
Apa Peran Musim Dingin?
Permintaan bahan bakar pemanas biasanya naik menjelang musim dingin di belahan bumi utara. Faktor musiman ini bisa menahan penurunan harga minyak dan produk turunan seperti solar. Data persediaan distilat dalam laporan EIA membantu menilai kekuatan permintaan musiman.
Bagaimana Rupiah Terpengaruh?
Indonesia adalah importir minyak neto, sehingga minyak yang lebih murah mengurangi kebutuhan dolar untuk impor energi. Rupiah dibuka menguat tipis ke Rp18.149 per dolar pada 3 November. Harga minyak acuan Indonesia (ICP) September tercatat US$112,81 per barel, sehingga penurunan harga dunia bisa meringankan beban subsidi energi jika bertahan.
Manajemen Risiko
Volatilitas minyak sedang sangat tinggi. Kurangi ukuran posisi dan gunakan stop berbasis ATR. Berita geopolitik bisa datang kapan saja, termasuk di luar jam pasar. Berita lain tersedia di kategori Market News.
Agenda yang Perlu Dipantau
- Perkembangan perundingan AS–Iran dan Selat Hormuz.
- Laporan persediaan API dan EIA.
- Hasil pemilu sela AS.
- Pertemuan OPEC+ berikutnya.
Data resmi tersedia di U.S. Energy Information Administration.
Analisis ini bersifat informasi, bukan rekomendasi transaksi. Trading forex memakai leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga WTI pada 2 November 2026?
US$96,46 per barel, turun 7,36%.
Mengapa minyak anjlok?
Karena harapan perundingan damai AS–Iran meningkat.
Apa support dan resistance WTI?
Support US$95, US$92, dan US$88; resistance US$100 dan US$103.
Mata uang apa yang terdampak minyak turun?
CAD dan NOK cenderung melemah, mata uang importir minyak cenderung terbantu.
Kapan data persediaan minyak AS dirilis?
API pada Selasa malam dan EIA pada Rabu malam WIB.
