Analis ING, Frantisek Taborsky, mencatat bahwa Bank Nasional Polandia (NBP) mempertahankan sikap dovish, memberi sinyal tidak ada kebutuhan untuk menyesuaikan suku bunga, kemungkinan hingga pertengahan tahun depan, meski inflasi meningkat belakangan ini. Kondisi ini telah memungkinkan EUR/PLN rebound dan membuka ruang bagi kenaikan lebih lanjut, dengan penundaan kenaikan suku bunga serta nada dovish tersebut diprakirakan akan terus menekan kurva imbal hasil Polandia yang sudah tergolong curam.
Bagaimana Sikap Gubernur NBP dalam Pertemuan Terbaru?
Menurut Taborsky, NBP tidak memberikan kejutan pada pertemuan kebijakan terakhir, dengan Gubernur NBP tetap bersikap dovish dibandingkan bank sentral negara pesaing, ekspektasi harga pasar, maupun latar belakang kondisi global saat ini. Meski mengakui adanya kenaikan inflasi belakangan ini, Gubernur NBP dinilai tidak melihat kebutuhan untuk menyesuaikan suku bunga, kemungkinan hingga pertengahan tahun depan, saat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih lemah diperkirakan mulai meredakan tekanan harga.
Bagaimana Reaksi EUR/PLN terhadap Sikap Dovish Tersebut?
Pasangan mata uang EUR/PLN tercatat rebound ke kisaran 4,320–4,330, sejalan dengan kisaran perdagangan hari sebelumnya, seiring penyesuaian sikap dovish tersebut mempersempit diferensial suku bunga antara Polandia dan Zona Euro. ING melihat masih ada ruang bagi pergerakan lebih lanjut menuju kisaran 4,330–4,340, dengan suku bunga yang hanya bergerak naik secara moderat, sementara harga energi tetap menjadi salah satu pendorong utama pasar.
Baca juga, Rupiah Melemah ke 16.984, Tekanan Dolar AS dan Ketegangan Global Jadi Pemicu
Bagaimana Prospek Kurva Imbal Hasil Polandia ke Depan?
ING menilai penundaan kenaikan suku bunga tetap menjadi skenario dasar ke depan, dan nada dovish yang dipertahankan NBP seharusnya membuat kurva imbal hasil semakin curam, meski Polandia saat ini sudah memiliki kurva imbal hasil paling curam di antara negara-negara pasar berkembang.
