EUR/USD1.0876▲ 0.12%
GBP/USD1.2734▼ 0.08%
USD/JPY156.42▲ 0.21%
XAU/USD4,377.10▲ 0.79%
USD/CHF0.8821▼ 0.05%
AUD/USD0.6512▲ 0.14%
EUR/USD1.0876▲ 0.12%
GBP/USD1.2734▼ 0.08%
USD/JPY156.42▲ 0.21%
XAU/USD4,377.10▲ 0.79%
USD/CHF0.8821▼ 0.05%
AUD/USD0.6512▲ 0.14%
Market News

Harga Minyak WTI Terkoreksi dari Level Jenuh Beli usai Reli Tajam

✍️ Author 📅 September 11, 2026 👁 3 views

Minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di bawah tekanan jual yang berat pada hari Jumat, seiring para pedagang mengunci keuntungan setelah reli tajam yang sempat mendorong acuan minyak AS tersebut ke level tertinggi sejak 21 Mei. Pada saat berita ini ditulis, WTI diperdagangkan di sekitar USD 96,50, turun sekitar 4 persen pada hari itu.

Masih di Jalur Kenaikan Mingguan Kedua Berturut-turut

Meski terjadi pullback intraday, WTI tetap berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Perang yang berlangsung di Timur Tengah menjaga kekhawatiran terhadap pasokan tetap tinggi, dengan premi risiko geopolitik yang cukup besar telah diperhitungkan dalam pasar energi.

Lalu Lintas Selat Hormuz Tetap Sangat Dibatasi

Lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz tercatat masih sangat dibatasi. Berdasarkan data pelayaran yang dikutip Reuters, hanya tujuh kapal yang melintasi jalur perairan strategis tersebut pada hari Kamis, turun dari 11 kapal pada hari Rabu, dan jauh di bawah rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai 15 kapal.

Iran dan Negara Teluk Bersiap Bertemu di Oman

Financial Times melaporkan pada hari Jumat bahwa menteri luar negeri dari Iran dan sejumlah negara Teluk tengah bersiap untuk bertemu di Oman, guna membahas pengaturan sementara untuk mengelola pengiriman kapal melalui Selat Hormuz.

Analisis Teknikal: Bias Bullish WTI Tetap Terjaga

Pada grafik harian, WTI mempertahankan bias bullish yang jelas, karena harga bertahan jauh di atas Simple Moving Average (SMA) 50 hari, 100 hari, dan 200 hari, yang melebar di bawah pasar dan memperkuat tren naik yang mendasarinya.

Momentum juga masih berpihak pada pembeli. Relative Strength Index (RSI) telah sedikit mereda dari wilayah jenuh beli, namun tetap tinggi di dekat 66, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) tetap berada di wilayah positif, mengindikasikan tekanan kenaikan masih utuh. Average Directional Index (ADX) di sekitar 25 turut menunjukkan tren yang cukup kuat sedang berlangsung.

Baca juga, ING: Sikap Dovish NBP Bikin Zloty Polandia Rentan terhadap Euro

Level Resistance dan Support Kunci WTI

Pada sisi atas, resistance awal terlihat di level psikologis USD 100,00, diikuti oleh USD 105,00. Penembusan berkelanjutan di atas level-level tersebut berpotensi mengekspos level tertinggi bulan Maret di dekat USD 113,28, yang dicapai tak lama setelah perang AS-Iran dimulai.

Pada sisi bawah, area USD 90,00–92,00 memberikan support terdekat, diikuti oleh SMA 100 hari di USD 85. Di bawah level tersebut, SMA 50 hari di USD 82 dan SMA 200 hari di USD 78 dapat menawarkan support tambahan.

Author
Marketpips Editorial Team