Minyak WTI turun sekitar 1,4% ke US$101,35 per barel pada 29 Oktober 2026, dan Brent turun 1,13% ke sekitar US$114,02, karena harapan diplomasi antara AS dan Iran, meski kelompok Houthi mengklaim serangan rudal ke kilang Saudi berkapasitas 550.000 barel per hari. Penurunan persediaan minyak AS sebesar 1,9 juta barel menahan pelemahan lebih dalam. Pasar minyak tetap sangat sensitif terhadap berita, dengan sebagian trader khawatir aksi militer AS dapat berlanjut setelah pemilu sela 3 November.

Bagaimana Pergerakan Harga?
| Acuan | 28 Oktober | 29 Oktober | Perubahan |
|---|---|---|---|
| WTI | US$102,78 | sekitar US$101,35 | sekitar −1,39% |
| Brent | US$115,32 | sekitar US$114,02 | sekitar −1,13% |
Data 29 Oktober mengacu pada Trading Economics. WTI naik sekitar 12% dalam sebulan dan sekitar 67% dalam setahun, mencerminkan dampak besar konflik Timur Tengah sepanjang 2026.
Apa Kabar Diplomasi Terbaru?

Menurut laporan yang dikutip Trading Economics:
- Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan menghubungi pejabat keamanan Iran Mohsen Rezaei.
- Presiden AS menyebut negosiasi berlangsung melalui mediator, tetapi hasilnya belum pasti.
- Menteri Luar Negeri Iran menyatakan Teheran tetap terbuka terhadap solusi diplomatik.
- Mediator Qatar menyerahkan draf proposal baru, tetapi seorang pejabat Iran dilaporkan menolaknya.
Apa Risiko yang Menahan Penurunan?
- Klaim serangan Houthi ke kilang Saudi berkapasitas 550.000 barel per hari, yang belum dikonfirmasi otoritas Saudi.
- Ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz yang masih ada.
- Kekhawatiran aksi militer AS setelah pemilu sela 3 November.
- Penurunan persediaan minyak AS.
Di sisi lain, laporan menyebut aliran energi dari Timur Tengah telah pulih mendekati level sebelum perang.
Bagaimana Data Persediaan AS?

Persediaan minyak mentah AS turun sekitar 1,9 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober menurut data resmi, sementara American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan sekitar 2,03 juta barel. Penurunan persediaan menandakan permintaan atau ekspor yang kuat, sehingga mendukung harga. Cara membaca laporan ini dijelaskan di cara membaca laporan persediaan minyak EIA dan API.
Apa Dampaknya ke Mata Uang?
| Mata uang | Hubungan dengan minyak |
|---|---|
| CAD | Eksportir minyak; minyak turun cenderung menekan CAD |
| NOK | Eksportir minyak dan gas |
| JPY | Importir energi; minyak turun membantu neraca dagang |
| Rupiah | Importir minyak; minyak turun mengurangi tekanan |
USD/CAD berada di sekitar 1,3983 pada 29 Oktober. Pelemahan minyak dapat sedikit menahan penguatan CAD yang didukung kenaikan suku bunga Bank of Canada.
Bagaimana Hubungan dengan Inflasi Global?
Harga energi menjadi pendorong utama inflasi pada 2026: energi dalam CPI AS naik sekitar 20,4% dan bensin di Kanada naik 27,8%. Jika minyak turun berkelanjutan, tekanan inflasi bisa mereda dan bank sentral memiliki ruang untuk berhenti menaikkan suku bunga. Sebaliknya, lonjakan baru akan memperkuat sikap ketat bank sentral.
Bagaimana Level Psikologis US$100?
Level US$100 untuk WTI adalah angka bulat penting yang sudah beberapa kali diuji pekan ini. Penembusan di bawahnya pada 27 Oktober tidak bertahan lama. Penjelasan level psikologis dengan contoh WTI US$100 ada di level psikologis angka bulat dalam trading.
Apa Skenario ke Depan?
| Skenario | Pemicu | Kemungkinan arah WTI |
|---|---|---|
| De-eskalasi | Kesepakatan atau kemajuan negosiasi | Di bawah US$100 |
| Status quo | Diplomasi tanpa hasil jelas | US$100–105 |
| Eskalasi | Serangan terkonfirmasi atau aksi militer | Di atas US$105 |
Skenario ini ilustratif dan bukan prediksi.
Bagaimana Pengaruh Minyak terhadap Inflasi dan Bank Sentral?
Ketika minyak turun, tekanan inflasi energi mereda. Bagi The Fed, ECB, dan BoE, penurunan harga energi yang berkelanjutan dapat memberi ruang untuk menahan suku bunga lebih lama. Namun, satu hari penurunan belum cukup; bank sentral membutuhkan tren yang konsisten. Peluang kenaikan Fed pada Desember dibahas di peluang Fed naik Desember sekitar 85%.
Bagaimana Perbandingan Kenaikan Tahunan?
WTI naik sekitar 67% dalam setahun, kenaikan yang sangat besar untuk komoditas sebesar minyak. Kenaikan ini mencerminkan premi risiko geopolitik yang tinggi sepanjang 2026. Ketika premi seperti ini terbentuk, harga menjadi rentan terhadap penurunan tajam jika ada kesepakatan damai, tetapi juga rentan melonjak jika terjadi gangguan pasokan baru. Volatilitas dua arah inilah yang membuat manajemen risiko sangat penting bagi trader minyak.
Langkah Praktis Berikutnya
Pantau berita diplomasi AS–Iran dan konfirmasi resmi atas klaim serangan Houthi. Perhatikan data persediaan minyak pekan depan dan reaksi pasar setelah pemilu sela AS. Gunakan ukuran posisi kecil pada minyak dan mata uang terkait, karena berita geopolitik dapat menggerakkan harga beberapa dolar dalam hitungan menit.
Data resmi tersedia di U.S. Energy Information Administration dan data harga di Trading Economics.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan sinyal atau rekomendasi transaksi. Trading forex dan komoditas menggunakan leverage dan berisiko tinggi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana minyak memengaruhi dolar Kanada?
Kanada adalah eksportir minyak, sehingga minyak yang turun cenderung menekan CAD, meski kenaikan suku bunga BoC menopangnya.
Berapa harga minyak WTI pada 29 Oktober 2026?
Sekitar US$101,35 per barel, turun sekitar 1,39%, sementara Brent sekitar US$114,02.
Mengapa harga minyak turun?
Karena harapan diplomasi AS–Iran, termasuk laporan kontak antara Wakil Presiden AS dan pejabat keamanan Iran.
Apa yang menahan penurunan harga minyak?
Klaim serangan Houthi ke kilang Saudi, ancaman pelayaran di Hormuz, risiko aksi militer setelah pemilu, dan penurunan persediaan AS.
Berapa perubahan persediaan minyak AS?
Turun sekitar 1,9 juta barel pada pekan hingga 23 Oktober; API mencatat penurunan sekitar 2,03 juta barel.
Apa dampak minyak turun bagi rupiah?
Sebagai importir minyak, Indonesia diuntungkan karena kebutuhan dolar untuk impor berkurang, sehingga tekanan terhadap rupiah mereda.
