EUR/USD1.0876▲ 0.12%
GBP/USD1.2734▼ 0.08%
USD/JPY156.42▲ 0.21%
XAU/USD4,377.10▲ 0.79%
USD/CHF0.8821▼ 0.05%
AUD/USD0.6512▲ 0.14%
EUR/USD1.0876▲ 0.12%
GBP/USD1.2734▼ 0.08%
USD/JPY156.42▲ 0.21%
XAU/USD4,377.10▲ 0.79%
USD/CHF0.8821▼ 0.05%
AUD/USD0.6512▲ 0.14%
Market News

Indeks Sentimen Konsumen UoM AS Diperkirakan Turun ke 47,8 pada September

✍️ Analaysis 📅 September 11, 2026 👁 3 views

Keyakinan konsumen Amerika diprakirakan kehilangan sebagian momentum pada bulan September, seiring rumah tangga yang semakin pesimistis terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun prospek ekonomi yang lebih luas, menurut data awal dari University of Michigan (UoM).

Indeks Utama Meleset dari Ekspektasi Ekonom

Indeks Sentimen Konsumen yang banyak diperhatikan pelaku pasar diprakirakan melemah ke 47,8, turun dari 51,7 pada bulan sebelumnya. Angka ini meleset dari ekspektasi ekonom yang memperkirakan indeks berada di 51, sekaligus menandakan pelemahan tambahan dalam tingkat kepercayaan publik terhadap kondisi perekonomian.

Sub-Indeks Kondisi Saat Ini dan Ekspektasi Ikut Melemah

Selain indeks utama, sub-indeks Kondisi Saat Ini turun tipis ke 50,9, dari sebelumnya 51,9. Sementara itu, ukuran Ekspektasi mengalami penurunan yang lebih dalam, turun ke 45,8 dari 51,5, yang menyoroti skenario suram bagi kondisi ekonomi dalam beberapa bulan ke depan menurut persepsi konsumen.

Ekspektasi Inflasi Konsumen Kembali Meningkat

Di sisi lain, ekspektasi inflasi konsumen tampak kembali meningkat sedikit. Prospek inflasi untuk jangka satu tahun naik ke 4,6 persen, dari sebelumnya 4 persen, sementara prakiraan inflasi jangka lima tahun naik menjadi 3,4 persen, dari 3,3 persen pada periode sebelumnya.

Baca juga, AUD/USD Melemah ke 0,7145, Kenaikan Suku Bunga RBA Belum Mampu Angkat Dolar Australia

Reaksi Pasar: Dolar AS Masih Tertekan

Menyusul rilis data tersebut, Dolar AS masih terlihat sedikit tertekan, bergerak di sekitar wilayah 99,00. Berdasarkan pengukuran Indeks Dolar AS (DXY), pelemahan ini sepenuhnya menghapus penguatan (bull run) yang sempat terjadi pascarilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) sebelumnya.

Analaysis
Marketpips Editorial Team