Yen Jepang terjebak dalam rentang sempit di sekitar 158 per dolar AS. Pasangan USD/JPY bergerak di kisaran 157,55–158,94 sepanjang pekan lalu dan berada di sekitar 158,14 pada 20 Oktober 2026. Di satu sisi, selisih suku bunga AS–Jepang yang lebar menekan yen. Di sisi lain, ancaman intervensi pemerintah Jepang membatasi pelemahan lebih jauh.
Posisi Bank of Japan Saat Ini
Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga kebijakan ke 1,25% pada 18 September 2026. Rapat berikutnya digelar pada 29–30 Oktober, dengan pengumuman keputusan dan laporan proyeksi ekonomi pada 30 Oktober.
Pasar memperkirakan BoJ menahan suku bunga pada Oktober. Per 13 Oktober, pasar swap hanya memperhitungkan peluang sekitar 10% untuk kenaikan Oktober, tetapi sekitar 88% hingga Desember. Laporan media juga menyebut BoJ kemungkinan menaikkan proyeksi inflasi sambil menahan suku bunga.
Sinyal dari Gubernur Ueda
Gubernur BoJ Kazuo Ueda menyebut Jepang sedang berada dalam siklus positif kenaikan upah dan pemulihan harga, dengan inflasi dasar yang sudah cukup dekat dengan target 2%. Ia juga mengingatkan bahwa jika suku bunga tidak disesuaikan dengan tepat, kekhawatiran pasar soal risiko inflasi bisa mendorong naik imbal hasil jangka panjang.
Namun, pejabat BoJ dilaporkan tidak melihat urgensi untuk menaikkan suku bunga dua kali berturut-turut, kecuali risiko inflasi meningkat tajam.
Bayang-Bayang Intervensi
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama pada 15 Oktober menyatakan Jepang siap kembali bertindak di pasar valuta asing jika diperlukan. Pernyataan ini bukan gertakan kosong. Tahun ini, Kementerian Keuangan Jepang sudah dua kali turun tangan:
| Periode | Tindakan |
|---|---|
| 28 April – 27 Mei 2026 | Intervensi senilai ¥11,74 triliun untuk menopang yen |
| Akhir Juli 2026 | Intervensi bersama Tokyo–Washington setelah USD/JPY menembus 160 |
Karena itu, banyak trader menganggap area 160 sebagai “garis merah” yang berisiko memicu intervensi berikutnya. Rentang 52 minggu USD/JPY berdasarkan harga penutupan berada di 150,62–163,86.
Faktor dari Amerika Serikat
Dari sisi dolar, imbal hasil Treasury AS bertahan di atas 5% dan The Fed menggelar FOMC pada 27–28 Oktober, sehari sebelum BoJ. Ketua The Fed Kevin Warsh belum memberi sinyal jelas soal kebijakan berikutnya. Penurunan imbal hasil AS dari level tertinggi multi-tahun dapat membatasi penguatan dolar terhadap yen.
Jadwal yang Perlu Dipantau
- 23 Oktober: data inflasi nasional Jepang September.
- 29 Oktober, sekitar 01:00 WIB: keputusan FOMC The Fed.
- 30 Oktober: keputusan BoJ, laporan proyeksi ekonomi, dan data inflasi Tokyo Oktober.
Level teknikal lengkap USD/JPY dibahas di analisis USD/JPY: tertahan di rentang 158. Yen juga dikenal sebagai mata uang safe haven; konsep pasangan mata uang dan perannya dijelaskan dalam panduan lengkap forex.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kurs yen terhadap dolar AS saat ini?
USD/JPY berada di sekitar 158,14 pada 20 Oktober 2026, dengan rentang pekan lalu di 157,55–158,94.
Berapa suku bunga Bank of Japan saat ini?
Suku bunga kebijakan BoJ berada di 1,25% setelah dinaikkan pada 18 September 2026.
Kapan rapat Bank of Japan berikutnya?
Rapat BoJ digelar pada 29–30 Oktober 2026, dengan pengumuman keputusan dan laporan proyeksi ekonomi pada 30 Oktober.
Di level berapa Jepang biasanya melakukan intervensi yen?
Tidak ada level resmi, tetapi pada akhir Juli 2026 Jepang dan AS melakukan intervensi bersama setelah USD/JPY menembus 160, sehingga pasar mewaspadai area tersebut.
